-

Catatan Lapangan #6: Getek Penghubung Dua Daratan dan Penjaga Denyut Nadi Kehidupan
Untuk menyeberangi sungai, kami menaiki sebuah getek, alat penyeberangan sederhana yang terbuat dari dua sampan kayu yang disatukan, kemudian diberi susunan papan di atasnya agar dapat membawa sepeda motor, yang oleh masyarakat setempat disebut kereta. Getek itu menjadi penghubung bagi masyarakat yang harus menyeberangi sungai untuk bekerja, berjualan, bersekolah, dan memenuhi berbagai kebutuhan hidup lainnya.…
-

Catatan Lapangan #5: Urgensi “Penerjemah Sosial” dalam Literasi Bencana
Saat membicarakan literasi bencana, yang biasanya disebut sebagai aktor utama adalah sekolah, pemerintah daerah, BPBD, relawan, media, guru, dan tokoh masyarakat. Namun, penelitian tim di Aceh Utara dan Aceh Tamiang pada Oktober 2026 menemukan ada saluran lain yang turut bekerja tapi minim spotlight. Saluran ini jarang mendapat sorotan, tetapi mampu menjangkau warga sampai ke lapisan…
-

Catatan Lapangan #4: Faktor “Senyap” Penentu Riset Berjalan Cepat atau Tersendat
Perjalanan riset sering kali diceritakan sebagai rangkaian metodologi yang tertata rapi: menyusun instrumen, mengumpulkan data, melakukan wawancara, lalu menulis laporan. Namun, di lapangan, terutama dalam konteks sosial yang sarat dengan jejaring personal dan budaya lokal, riset juga berjalan melalui jalur-jalur yang tidak tertulis dalam proposal penelitian. Ada ruang-ruang non-formal dan informal yang bekerja senyap, tetapi…
-

Catatan Lapangan #3: Apakah Keliru Jika Warga Bertahan Menunggu Bantuan Datang?
Ketika mendengar warga masih tinggal di tenda, kehilangan mata pencaharian, mengalami trauma, dan menunggu bantuan, muncul dorongan untuk menyimpulkan bahwa mereka belum tangguh. Namun, setelah merenung lebih dalam, saya sadar bahwa belum bangkitnya seseorang tidak berarti ia tidak memiliki kemauan. Bisa jadi ada hambatan struktural yang membuatnya sulit bangkit. Sumber daya mungkin tidak tersedia, aset…
-

Catatan Lapangan #2: Ketika Dua Desa di Sawang Hilang Dihempas Banjir Bandang
Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, tim peneliti BRIN bersama tim Universitas Malikussaleh mengunjungi Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, salah satu wilayah yang dilanda banjir bandang pada 2025. Lahan yang kini dipenuhi semak dan tumbuhan baru dulunya adalah ruang hidup warga, tempat berdirinya rumah, masjid, dan kebun masyarakat.
-

Catatan Lapangan #1: Memulai Dengan FGD di Langsa
Tim peneliti OR IPSH BRIN memulai kegiatan lapangan riset literasi kebencanaan di Aceh pada 1 Oktober 2026. Tim terdiri atas Yumasdaleni, S.Ag., M.Si., Ph.D., Dr. Shiyamu Manurung, M.A., dan Ramadoni, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dari BRIN, bersama Dr. Amiruddin, M.A. dari IAIN Langsa dan Dr. Teuku Kemal Fasya, M.Hum. dari Universitas Malikussaleh. Dua hari pertama dipusatkan…


