Category: Disaster and Social Protection
-

Dr. Irina Rafliana: Rumah yang Tersapu Tsunami, Relokasi & Pelajaran dari Mentawai
Perubahan iklim tidak hanya menghadirkan banjir, kekeringan, dan badai yang makin kuat. Ia juga memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggalnya. Buku Spatialities of Displacement in Times of Climate Change (2026), yang disunting oleh Francesca Ceola, Qusay Amer, Juliana Canedo, dan Philipp Misselwitz, mengajak pembaca melihat persoalan ini dari sudut pandang mereka yang terusir. Salah satu…
-

Gusti Ayu Ketut Surtiari: Mengapa Badai Berubah Menjadi Bencana
WorldRiskReport 2026 resmi terbit dengan tema utama badai dan pertanyaan besar: mengapa badai bisa berubah menjadi bencana? Laporan tahunan yang disusun oleh Bündnis Entwicklung Hilft bersama Institute for International Law of Peace and Armed Conflict (IFHV), Ruhr University Bochum, Jerman, ini melibatkan peneliti dari berbagai negara. Salah satunya adalah Gusti Ayu Ketut Surtiari, peneliti Badan…
-

Wade Berryman dan Jared Pichler: Manajemen Darurat dan Risiko di Tingkat Pemerintah Kota
Dalam rangkaian Australia Awards Short Course “Social Protection and Community Empowerment: Strengthening Indonesia’s Pathways to Inclusive and Resilient Growth”, peserta berkunjung ke City of Newcastle, Australia (23/9/26). Dalam kunjungan ini, Wade Berryman, Emergency Management Coordinator, dan Jared Pichler, Enterprise Risk Manager, memaparkan bagaimana pemerintah kota mengelola keadaan darurat dan risiko bencana.
-

Dr. Thomas Cooper-Johnson: Tidak Ada “Bencana Alam”, yang Ada adalah Kerentanan
Dalam rangkaian Australia Awards Short Course “Social Protection and Community Empowerment: Strengthening Indonesia’s Pathways to Inclusive and Resilient Growth” di University of Newcastle, Australia, pada 23 September 2026, Dr. Thomas Cooper-Johnson memaparkan materi tentang studi kebencanaan, kerentanan, dan sumber perlindungan masyarakat sebelum, saat, dan setelah bencana