BNPB: Progres Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatra

Progres Bantuan Stimulan Rumah Rusak

BNPB telah melakukan transfer dana stimulan untuk rumah kategori rusak sedang dan rusak ringan ke tiga provinsi. Total transfer BNPB ke daerah mencapai Rp748.935.000.000, terdiri dari 14.522 unit rusak sedang dan 20.885 unit rusak ringan. Hingga 25 Agustus 2026, dana yang sudah diteruskan dari rekening daerah ke rekening masyarakat mencapai Rp685.545.000.000, mencakup 13.335 unit rusak sedang dan 19.033 unit rusak ringan.

Aceh menjadi provinsi dengan penerima terbanyak, dengan total transfer ke daerah sebesar Rp653.700.000.000. Disusul Sumatera Utara sebesar Rp71.820.000.000 dan Sumatera Barat sebesar Rp23.415.000.000. Sebagai gambaran, di Kabupaten Pidie Jaya, perbaikan rumah rusak sedang dan rusak ringan telah menunjukkan hasil nyata, mulai dari kondisi awal pascabencana hingga proses perbaikan sampai selesai.

Rekapitulasi Rencana Hunian Tetap

Untuk hunian tetap (huntap) berbasis in situ atau relokasi mandiri, tercatat total 27.809 unit usulan dari tiga provinsi. Dari jumlah tersebut, 14.897 usulan telah direviu, sementara 12.912 usulan masih dalam proses reviu, terutama dari Aceh dan Sumatera Barat. Sebanyak 531 unit huntap telah selesai dibangun, dan 524 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Progres Pembangunan di Lapangan

Pembangunan huntap di Aceh telah berjalan di berbagai kabupaten, seperti Bireun, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang, dengan berbagai teknologi rumah seperti Rumah Aman Gempa, Rhodas, Rumantis, Riksa, dan Rupawan. Di Sumatera Utara, pembangunan berlangsung di Kabupaten Langkat dengan teknologi Rupawan. Sementara di Sumatera Barat, pembangunan tersebar di Kota Padang, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Padang Pariaman, menggunakan teknologi Sepablock, RAG, dan Rhodas/Rupawan.

Teknologi Hasil Kliring Kementerian PU

BNPB turut memperkenalkan delapan jenis teknologi rumah hasil kliring Kementerian PU yang dapat digunakan dalam pembangunan huntap, yaitu Rumah Banua Tadulako (Rumbako), Domus, Rumah Instan Kuat dan Sederhana (Riksa), Rumah Teknologi Bata Interlock, Rumah Instan Hemat Aman (Risham), Rumah Aman Gempa dengan Perkuatan Dinding, Rumah Harmonis Damai Aman Sejahtera (Rhodas), dan Rumah KITA.

Lima Sektor Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Program rehab rekon mencakup lima sektor utama. Sektor permukiman meliputi perumahan dan prasarana lingkungan. Sektor infrastruktur mencakup transportasi darat, laut, udara, kereta api, energi, pos dan telekomunikasi, serta sumber daya air. Sektor sosial meliputi kesehatan, pendidikan, agama, budaya, dan lembaga sosial. Sektor ekonomi mencakup pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, perikanan, usaha kecil menengah, serta perdagangan dan pariwisata. Sektor lintas sektor meliputi pemerintahan, ketertiban, keamanan, keuangan, perbankan, lingkungan hidup, dan pengurangan risiko bencana.

Ruang Kolaborasi

BNPB membuka empat ruang kolaborasi untuk mendukung program ini, yaitu penguatan data dan informasi, pengembangan model dan prototipe hunian ramah bencana, pengembangan sistem peringatan dini dan teknologi pendukung pengurangan risiko bencana, serta pengembangan perangkat pendukung penerapan prinsip build back better and safer.

BNPB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera, dengan pendekatan yang melibatkan berbagai sektor dan mengedepankan prinsip pembangunan kembali yang lebih baik dan lebih aman.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *